D’SA Go Green: Aneka kreasi D’SA dalam memanfaatkan bahan bekas.

Semakin berkembangnya teknologi diikuti dengan makin beragamnya benda-benda konsumsi yang memanjakan hidup manusia. Tapi dampaknya, benda-benda yang selesai fungsi pakainya alias sampah dan barang bekas pun semakin banyak dan semakin beragam jenisnya, termasuk jenis sampah yang tidak bisa didaur ulang dan tidak pula bisa membusuk di dalam tanah. Kemasan minuman atau makanan yang terbuat dari bahan aluminium foil adalah contoh sampah jenis ini.

Upaya melestarikan lingkungan dan menjaga alam ingin selalu menjadi gaya hidup kami di Dusun Sahabat Alam. Salah satu usaha itu, kami berusaha memperpanjang masa pakai benda-benda yang sudah tidak berguna lagi (re-use), sehingga membantu mengurangi tumpukan sampah, mengurangi biaya pendauran ulang, dan menghindarkan tanah dari bahan-bahan yang tidak bisa terurai dengan sendirinya dan sekaligus juga tidak bisa didaur ulang seperti bahan aluminium foil tadi.

Kreasi dari bahan yang tak terpakai lagi misalnya kami wujudkan dalam bentuk hiasan tulisan untuk penginapan pondok kayu D’SA. Kami membuat bunga-bunga mungil dari bekas bungkus mie instan, bekas bungkus minuman dan makanan yang di dalamnya terbuat dari aluminium foil, sedotan, dan juga dari kantong kresek bekas aneka warna. Bunga-bunga berbentuk cantik ini kemudian kami rangkai menjadi huruf dan disusun menjadi kata “Dusun Sahabat Alam” untuk diletakkan di pagar depan halaman pondok kayu. Tangan-tangan terampil kolega kami, Kristina, yang melahirkan karya-karya kreatif tersebut.

Selanjutnya di halaman bawah setiap pondok kayu, kami menata botol bekas minuman kesehatan wanita dalam jajaran yang rapi sehingga menjadi pagar mungil yang memberi aksen tersendiri pada halaman tersebut.

Masih ada lagi. Kami membuat sebuah unit bangunan yaitu kantor untuk menerima tamu dan ruang administrasi yang setengah badan temboknya terbuat dari botol bekas minuman kesehatan, yang kami peroleh secara berlimpah dari Unit Pengolahan Sampah D’SA, tanda banyaknya masyarakat yang mengkonsumsinya. Setelah dicuci bersih, botol-botol itu disusun sedemikian rupa dan direkatkan satu sama lain menggunakan campuran semen putih dan lem khusus. Jadilah tembok botol yang unik dan menarik. Sebuah meja dari kayu sederhana berkaki botol kecap bekas pun ikut memberi aksen unik. Halaman untuk duduk-duduk lesehan depan kantor dihiasi pemandangan alam bertuliskan “Dusun Sahabat Alam” yang terbuat dari bekas tutup minuman botol yang ditata sedemikian rupa. Bapak Sukri adalah tukang ahli di D’SA yang terampil menyusun berbagai bahan bekas menjadi aneka unsur bangunan yang menarik.

Mari dengan apa yang kita bisa, kita upayakan ikut menjaga kelangsungan alam anugerah Tuhan bagi manusia dan segenap mahluk ciptaan-Nya.

Kreasi Daur Ulang

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>